• sman gtg
  • Ucapan pelantikan

Selamat datang di SMAN 1 GANTUNG, Selamat Datang di Bumi Laskar Pelangi

Pencarian

Kontak Kami


SMAN 1 GANTUNG

NPSN : 10901018

Jl. Jenderal Sudirman Desa Gantung Kec. Gantung 33462


[email protected] / [email protected]

TLP : 087898784422(WA)


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

SISWA SMAN 1 GANTUNG JUARA 1 DEBAT BAHASA INDONESIA TINGKAT NASIONAL




Muhammad Nur usai pengumuman kategori The Best Speaker Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat Nasional 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu


Muhammad Nur usai pengumuman kategori The Best Speaker Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat Nasional 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu


BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Lagu "Laskar Pelangi" menggema seisi sebuah ruangan Hotel Peninsula, Jakarta, Sabtu (20/5/2017) lalu.


Tak lama berselang, baru kemudian nama siswa SMA N 1 Gantung, Muhammad Nur diumumkan sebagai Pembicara Terbaik 1 alias The Best Speaker Nasional pada ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia yang diikuti 102 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.


Praktis, M.Nur dan siswa perkailan tim Bangka Belitung (Babel) yang sudah sempat berputus asa dan terkecoh sebelumnya, terperangah lalu menangis haru.


"The best speaker itu memang harapan semua orang. Saat diumumkan, dimulai dari terbaik 10. Ada beberapa nama Muhammad yang diumumkan, tapi bukan saya. Sampai ke pembicara terbaik kedua, kami sudah pasrah. Tapi pas diumumkan "pembicara terbaik 1 adalah', langsung terdengar lagu Laskar Pelangi menggema, dan itu membuat kami nangis," tutur M. Nur kepada Pos Belitung, Minggu (21/5/2017)


Predikat M. Nur adalah predikat individu dalam lomba debat yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu.


Adapun secara tim, Babel yang diperkuat M. Nur (Beltim), Safinah (Pangkalpinang), dan Diah (Bangka Barat) berhasil menyabet peringkat kelima.


Sistem lomba adalah mendebatkan tema-tema seperti isu lingkungan, kesehatan, hukum, gender dan politik antara tim yang pro dan kontra. Sementara penilainya adalah sejumlah pakar debat dan akademisi.


Dia pun berbagi pengalaman menarik selama mengikuti debat yang terbagi dari beberapa tahapan mulai penyisihan hingga grand final itu.


Satu yang paling seru menurut Nur adalah saat babak penyisihan yang mempertemukan Babel dan DKI Jakarta.


Kata Nur, tema debat itu adalah situasi di mana dunia sedang krisis energi, dan manusia menghadapi pilihan apakah akan menjajah sebuah planet lain untuk kelangsungan hidup atau hanya memilih bekerja sama dan mencari solusi lain.


"Kami sama-sama kuat, beradu argumen, dan selisih poinnya tipis, hanya dua poin, sayang Babel kalah dari DKI Jakarta. Temanya menarik, kami kontra, kami tidak setuju dengan penjajahan. Kami tawarkan kerjasama dan beberapa hal solutif seperti pemanfaatan air laut dan getah kedondong jadi energi listrik. Sementara DKI Jakarta yang pro," tutur Muhammad Nur. (*)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas